Pukul 07.00, pagi yang cerah dihiasi kicau burung. Udara dingin dan rasa kantuk masih merajai. Di bawah pohon telah duduk-duduk Anne, Frita, dan Miar. Dengan langkah pasti dan sedikit malas, datanglah Masharu melewati lorong.
“Hallo, teman..!!”, sapa Masharu.
“Hai, kok baru dateng sih?”, saut Anne.
“hu’uh nieh, uda ditungguin juga. Nacha mana?”, lanjut Frita.
“Iya, maaf-maaf, tadi bangun kesiangan, cz semalem diajakin catur sama cak udin buat nemenin ronda, kalo belum kalah aku belum boleh pulang, abis itu dirumah harus cuci piring dulu,terus beres-beres, cuci tangan, kaki, minum susu, baru deh bisa bobok. Tuh Nacha lagi di wc, g tau deh ngapain.”. Dengan wajah tanpa dosa. “hallo Miar, kok diem aja??”, canda Masharu. Miar hanya tersenyum simpul.
Masharu celingukan melihat sekitar. “kok pada belum datang sich?, Bos Gank mana??”
“Dia kan bangsawan (bangsane tangi awan-red)”, celetuk Frita. “jam segini pasti belon bangun, n pasti dan sudah jelas si Sani juga ikut telat dateng kesini”, lanjutnya.
Dari kejauhan terlihat dua onggok orang, yaitu Nacha yang sedari tadi gak tau ngapain di wc, dan kukuk yang baru dateng.
“hai hai..!!”, sapa Kukuk.
“huuuuuuuuuuuuuuu….!!!” saut bocah yang duduk dibawah pohon hampir bersamaan.
“hahahaha, syukurin lu..”, celetuk Nacha.
Selang berapa saat dengan backsound suara detak detik jam yang menjemukan, dimana para bocah sudah hampir kehilangan harapan menunggu Bos Gank dan Sani datang. Harapan seperti muncul lagi ketika terlihat dari arah parkiran atas ada yang datang.
“Naaaah, itu mereka…..!!”, teriak bocah-bocah (dalam hati).
Akhirnya datanglah Laksana, Yani, dan Bambang (masih bukan Bos Gank yang dateng).
“Huuuuuft..!!!!!”, nada dan ekspresi kecewa dari bocah-bocah (masih di dalam hati).
“Loh, kok Cuma bertiga? Inyong mana Bang?”, tanya Nacha.
“Dia ada jadwal kuliah pagi, sama si Ndolo”, jawab Bambang.
“Pada ngapain sich, kok mukanya pada dilipet-lipet gitu?” tanya Yani.
“Iya nih, pada kenapa sih?”, timpal Laksana.
“Nungguin Bos Gank lah, siapa lagi” jawab Anne dengan nada lemes (ga tau deh lemes karena nunggu atau karena belum sarapan).
“Ooh.”, seru Laksana lempeng.
“GUBRAAAAAAAAAAAK……!!!” Suara bocah-bocah (ekspresi kaget berlebih yang sering digunakan pada film kartun).
“Tak tuk tak tuk tak tuk tak tuk”(backsound detak jam)
Setelah berapa saat menunggu (lagi), datanglah dua insan yang bergandengan tangan serasa jalan milik mereka berdua, yang lain cuma numpang dan harus bayar retribusi. Ya, merekalah yang ditunggu-tunggu bocah-bocah.
Dengan pedenya Sani menyapa,” hai teman-teman, pada nungguin ya???”
“kriiiik…kriiiiiik…kriiiiiiiiiiik” (silent)
“Yank, anak-anak rese’ deh, masak aku dikacangin”, lapor Sani pada sang pacar.
Dan Bos gank hanya bertanya,
“OPO TOW LE????”.
THE END
by: Masharu
by: Masharu





